This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

BrowniesKetan Hitam

Brownies Ketan Hitam Special Rp 30.000.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 26 Februari 2010

PUISI



Dimensi Kehidupan

Dibalik segumpal darah,
Menjadikan sebuah makhluk yang penuh dengan kekhilafan dan kelalaian
Terbisik di dalam batas ambang yang dulu pernah terucapkan
Saat sebuah hamba menghadap Sang Kholik yang memberikan kepercayaan
Untuk mengelola tanda kehidupan fana

Gunung yang pernah menghadapNya seolah tak kuasa memikul beban
Dikala sebuah keegoisan mulai tampak dari makhluk yang sebenarnya diragukan Bentang keabadian yang ditawarkan seolah tidak dihiraukan
Oleh seluruh penciptaan selain manusia yang penuh obsesi keangkuhan

Permulaan sebuah beban yang harus diterima
Mengingatkan betapa besar kesalahan yang telah dibuat oleh makhluk penguasa bumi, Seiring tidak menghiraukan bagaimana kedustaan telah ia tanamkan
Tatkala dimensi awal keangkuhan menjelma
Sebelum manusia mengerti arti penting dari makna yang terpendam
Dibalik tugas berat yang dipikulnya

Rahasia kehidupan fana tersiratkan
Sebelum manusia membuka pertama kali kehidupannya
Dengan pertanggungjawaban yang terus menghantui langkah
Dalam menghadapi fenomena awal untuk melangkah kedalam dimensi lain.




Created by: Bayu Nor Jatmiko



Renungan

        Arti Sebuah Teman    

           Pernahkah terfikir jika di dunia ini hidup sendiri??? Mungkin tidak pernah terbayang betapa sepi hidup ini. Kemana-mana sendiri, melakukan aktivitas sendiri, bahkan hingga akhir hayat-pun sendiri. Betapa merananya hidup ini bila seperti itu.Manusia yang pada hakikatnya makhluk sosial tak akan pernah luput dari orang lain, satu sama lain saling membutuhkan dan ketergantungan. Manusia butuh teman untuk berbagi, saling menjaga, memberi, dan obat pelipur hati. Dengan adanya sebuah teman, manusia mampu memperoleh kebahagiaan hidup, merasa tidak sendiri dan bisa melatih kepekaan sosial. Untuk itu diperlukan pemahaman untuk menjaga pertemanan satu sama lain.

       Ada sebuah kalimat yang cukup indah bila direnungi, ”Dalam sebuah cinta ada bekas kekasih, dan dalam sebuah pernikahan ada bekas istri/suami, namun dalam sebuah pertemanan tidak ada bekas teman”. Pertemanan harus senantiasa terjaga, karena suatu saat nanti, kapanpun dan dimanapun manusia berada pasti butuh teman.

Rabu, 17 Februari 2010

INDONESIA NEWS

Anggodo Kembali Diperiksa KPK

Jakarta, 17 Februari 2010, untuk mengumpulkan data pengembangan kasus yang terkait dengan hasil penggeledahan KPK Anggodo Widjojo kembali diperiksa tim penyidik KPK. KPK menginginkan agar kasus ini segera dilimpahkan ke pengadilan. KPK juga memanggil sejumlah pejabat Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, dan Direksi Bank Mutiara terkait dalam skandal Bank Century.

Selasa, 16 Februari 2010

WONG CILIK BEROPINI

Tak Akan Ada Seindah Harapan Rakyat Selain Kesejahteraan


Bangsa Indonesia telah lama merdeka, namun bangsa ini belum pernah mencapai pada tingkat kemakmuran. Kemisikinan, kekurangan pangan, pengangguran, gizi buruk melanda di berbagai daerah di Indonesia. Ironis memang, sebuah bangsa yang besar dan kaya akan tetapi keadaan masyarakatnya banyak yang jauh dari kata layak. Bertempat tinggal di kolong jembatan, di pinggir sungai, rel kereta api, dsb. Berbagai penyakit kemiskinanpun sangat mudah dijumpai di Indonesia.

Mengapa hal ini dapat terjadi?????
Jawabannya adalah, bangsa ini salah urus. Para pemimpi di negeri ini tidak memiliki kemampuan untuk mengurus bangsa ini. Praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme masih mudah ditemui dikalangan elit politik bangsa ini. Rusaknya moral, rendahnya tingkat intelektualitas para pemimpin membuat bangsa ini menjadi terkatung-katung. Pemimpin yang notabennya menjadi sandaran rakyat justru bersandar kepada rakyat, menangisi kritikan rakyat dsb.

Bagaimanakah solusinya????
Solusi yang paling efektif adalah segera bangkit dan membuat perubahan. Perubahan dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang kecil. Bangsa Indonesia terlanjur merana, rakyat terlanjur menderita. Jadi perubahan yang selayaknya dilakukan adalah dengan memperbaiki moral bangsa ini. Kembalilah kepada norma-norma yang telah diatur, dan mulailah bergerak untuk menjadi lebih baik dengan menjadi diri sendiri yang tangguh.

Bagi seorang pemimpin, segeralah memohon ampun kepada Allah dan mintalah petunjuk kepadanya untuk menghadapi masalah bangsa ini, jangan mudah mengeluh kepada rakyat, namun mengeluhlah kepada Sang Maha Pemilik Segalanya, Allah SWT. Segeralah membuat kebijakan yang berlandaskan Al-qur'an dan Hadist, karena keduanya itu adalah sebaik-baik undang-undang dan sebaik-baik keadilan. Buatlah kebijakan yang pro rakyat, dan tidak berpihak kepada bangsa asing, beranilah mengambil resiko meskipun itu pahit, karena pemimpin berkewajiban melindungi rakyatnya dari berbagai macam ancaman. Bersikaplah tegas, tepat, cepat dan akurat disertai dengan ketawakaln kepada Allah.

Bagi rakyat, segeralah memperbaiki diri dan melakukan apapun yang bermanfaat untuk bangsa ini, meskipun dimata orang lain sesuatu itu dinilai kecil. Saling memperkuat silaturahmi, berfikir kritis, efektif, cepat, tepat, dan akurat. Mencoba bersikap qonaah terhadap keadaan bangsa ini yang sedang terpuruk, namun segera melakukan ikhtiar agar bangsa ini cepat berubah dan menjadi bangsa yang di rahmati oleh Allah Swt.

yogyakarta, 17 Februari 2010
Bayu Nor Jatmiko

Senin, 01 Februari 2010

Me and Friends

Walking…..walking….at Water Castle


18 Des ’09 huft….jogja terasa panas…..dirumah juga gi gak da kerjaan. Langsung ku ambil hp, trus smeseses temen2 bwt kumpul n go to water castle. Sasaran pertama Mr. Agus Pradikta Hadibrata…..semeses pun tak kirim…..semeses pun diterima n Mr. Agus Pradikta Hadibrata cayooo aja… guuud job..hehehe…. semeseses ku kirim kebanyak temen, tapi yg jadi gabung just…Mr. Ari, mbak ayune tRiAz, De Febri kijiGai, n Riska. Akhirnya kite2 pade kumpul di kostan De Febri KijiGai sambil maem2 agar2 buatan Riska n air putih yG halal dan menyegarkan di Jogja yg sekarang super duper panaz…. Apa gare2 banyak maksiat yoh di Jogja???? Ato terlalu penuh kotanye sekarang???


Setelah pade kumpul, kite2 terus cabuuuut ke water castle… brem….brem…. tak lama kemudian nyampe… awal yang baik di siang yang baik lumayan cameraQ Casio Ex-Z75 bisa buat ajang narsis rencang2. ajang narsis pertama ada di pintu gerbang depan… cekrik…..dan dilanjutkan dengan ajang narsis berikutnya… setelah kelar n puas hasil cekrikan diliat n ketauan cp paling banyak narsis…e ternyata De Febri Kijigai….hohoho n ketauan siapa yg tangannya gak pernah perawatan…..hohoho dialah Mr. Agus Pradikta Hadibrata…n cp yg paling keren…tentulah yg punya blog ini. Raden Mas MIcko aL Mustoffa Nakula Sadewa….hikz….hikz….

Perjalanan pun dilanjutkan bwt sholat ashar di Masjid Gedhe Kauman, nah disitu ketauan lagi cp yg paling sexy waktu sholat….qiqiqi dialah Mr. Agus Pradikta Hadibrata lagi…qiqiqi yg sholat pake celana pendek…n akhirnya jd gak modal nyetop mas2 bwt ngampil sarung. Huhuhu…

biZ cholat teyuuZZZ ke depan BI,,,,n disono pade minum es DegaN…nah disitu ketauan cp yg paling katrok…hehehe yG paling katrok yg jualan…hehehhee peace Pak…coba kalo gretongan pastinya bapaknya gantiin posisiku jadi yg paling kuereeen…hohoho.
Adzan Maghrib berkumandang dengan indahnya…..saatnya telekobis berpamitan…hehehe yuuk capcuz….

Minggu, 08 November 2009

WONG CILIK BEROPINI

LAKUKAN HANYA YANG TERBAIK


Orang yang lurus aqidahnya dan bersih jiwanya selalu merasakan adanya muraqabatullah (pengawasan Allah).Kapan dan di manapun ia berada selalu merasa dalam penglihatan,pendengaran,dan penilainya Allah.Dalam hadist Rasulullah:

“Kau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya,kaluapun kau tidak melihat-Nya sesunggunya Ia melihatmu.”

Dalam waktu yang sama ia merasakan betapa Allah selalu berbuat baik kepadanya.Ia merasakan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya secara langsung maupun tidak langsung,ia ketahui maupun tidak ia ketahui,disadari ataupun tidak disadari.

Kedua perasaan ini membuatnya selalu berusaha untuk mengatur niatnya menjadi yang terbaik.niat yang baik akan mempengaruhi ketulusan hatinya.Dalam hal ini ia berusaha untukl mengikhlaskan niat dan membersihkannya dari noda-noda syirik.ia jadikan setiap perbuatan lillahi ta’ala,mencari keridhoan Allah semata.Ia jadikan amal perbuatan duniawi nya bernilai ukhrawi dengan memperbaiki niat.
Rasullullua SAW bersabda:

“Sesunggunya amal-amal perbuatan itu tergantung pada naitanya dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.Barangsipa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan diterima sebagia hijarah karena Allahdan Rasul-Nya.Dan barangsiapa yang hijranya untuk dunia yang ia cari atau karena wanita yang hendak ia nikahi,maka hijrahnya kepada apa yang ia tuju.”(HR Bukhari-Muslim)

Niat akan mempengaruhi cara dan proses kerjanya.Bagi seorang mukmin,niat yang ikhlas saja tidak cukup.Seorang mukmin akan berusaha melakukan kerja yang terbaik dan sempurna ,dengan kualitas hasil yang terbaik.Denagn demikian itu karena kerja dalam pandanganya merupakan wujud syukur kepada Allah atas nikmat yang telah dirasakan.Baginya,kesempatan dan pekerjaan itu sendiri merupakan nikmat yang harus disyukuri.kemampuan untuk bekerja juga merupakan nikmat.Ia melakukan kerja itu dengan mengaharap upah yang lebih besar dari Allah.Upah dari manusai yang memberi order tidak seberapa bila dibandingkan dengan upah yang Allah berikan kepadanya,baik berupa keberkahan di dunia maupun pahala diakhirat. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal.Karena itu apabila kalian membunuh musuh,lakukan yang terbaik dalam pembunuhan itu.Apabila kalian menyembelih hewan ,lakuakn yang terbaik terhadap sembelihan itu,hendaklah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan menghibur hewan sembelihannya.”

WONG CILIK BEROPINI

Menjadi Pemimpin Lokal Berpikiran Global











Era globalisasi merupakan sebuah era dimana masyarakat memandang dunia ini demikian sempit dan dapat memperbandingkan sendi-sendi kehidupan dengan dunia luar. Aspek globalisasi meliputi; globalisasi ekonomi, teknologi, kebudayaan, informasi, dan sebagainya. Disisi lain ada ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Dengan semakin gencarnya globalisasi menuntut setiap negara untuk bersaing menjadi yang terbaik, dimana negara yang kuat akan menguasai negara yang lemah. Paradigma tersebut terpapar jelas dimana suatu negara yang tidak memiliki kualifikasi maupun kesiapan dengan baik seluruh asetnya akan digerus dan di atur oleh bangsa lain.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang bermartabat dengan memiliki sumber daya yang mampu diandalkan. Bangsa Indonesia memiliki laut yang luas dengan sumber daya perikanan yang melimpah, sumber daya tambang yang cukup banyak, pesona negeri yang indah, serta sumber daya pertanian dan perkebunan yang melimpah ruah ibarat menanam biji diatas batu semuanya akan tumbuh subur tanpa perlu merawatnya.

Negeri ini memiliki sumber daya modal dan sumber daya tenaga kerja yang banyak dan melimpah ruah sehingga di dalam memproduksi sesuatu tanpa perlu membutuhkan tenaga-tenaga kerja asing apabila sumber daya tersebut mampu dioptimalkan dengan baik. Nampaknya negeri Indonesia bagaikan sebuah negeri yang dinaungi sebuah rahmat yang besar dari Sang Pencipta.

Akan tetapi segala kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia tidaklah berarti dan mampu bertahan selamanya. Semua itu pasti akan habis ditelan oleh waktu. Minyak bumi akan semakin sedikit ketersediaannya, pesona Indonesia telah banyak tercemar oleh polutan-polutan, serta menipisnya moral serta keahlian yang dimiliki oleh tenaga-tenaga kerja Indonesia. Hal tersebut menyebabkan kekhawatiran tersendiri bagi penulis terhadap kemajuan bangsa pada generasi mendatang. Generasi yang akan datang hanya bisa mendengar cerita mengenai Indonesia. Mereka hanya bisa merintih perih melihat suatu negeri yang dulunya kaya raya menjadi negeri yang dinaungi oleh kemiskinan dan kesengsaraan.

Sebenarnya ada sebuah solusi dalam masalah yang telah disebutkan diatas. Dengan memliki seorang pemimpin yang baik, visioner, serta memiliki kemampuan untuk berfikir secara global bangsa ini dapat bangkit dari keterpurukan. Pemimpin yang baik memiliki karakter yang baik, dan karakter yang baik mengendalikan seluruh perilaku dan kinerja kepemimpinannya. Karakter yang baik akan menopang untuk mewujudkan kinerja kerja yang baik, yang ditandai oleh proses, mutu, dan jumlah produksi yang baik. Pemimpin harus memiliki visi dan misi yang jelas. Visi adalah kemampuan untuk melihat keinginan suci yang ditulis oleh Sang Pencipta di dalam batin (guna menjawab ke­butuhan) yang berkaitan erat dengan pemenuhan hidup seseorang atau setiap individu bagi diri maupun organisasi yang dipimpinnya. Defenisi visi yang diungkapkan di atas ini menunjuk kepada Sang Pencipta sebagai sumber dan pemberi visi yang dilakukan-Nya dengan menuliskannya di dalam batin setiap orang. Memiliki Visi bagi seseorang juga menjelaskan tentang kemampuan untuk melihat apa yang telah ditulis oleh Sang Pencipta di dalam batin setiap orang tersebut.

Sedangkan misi adalah pengembangan serta peneguhan visi (keinginan suci) yang dinyatakan dalam suatu rumusan yang merangkum, tersistem, memikat, mendorong dan menggerakkan secara terfokus kesuatu tujuan, yang melibatkan pengerjaan seperangkat tugas memasuki suatu masa depan yang pasti.

Unsur lain yang berjalan bersama dengan Visi adalah Fokus. Fokus adalah sasaran terpusat yang berbentuk inti dari suatu keinginan suci (visi) yang telah mengkristal menjadi kehen­dak terbesar satu-satunya (sebagai target terpadu kepemimpinan dari suatu organisasi) yang dibangun di atas visi dan misi

Seorang pemimpin visioner juga harus memiliki inti bisnis atau core business yang merupakan padatan atau pusatan lingkup serta matra yang utuh dari suatu bidang usaha (bidang pelayanan) berbentuk tugas tipikal utama yang diungkapkan secara padat dalam suatu anak kalimat berbobot, mengikat semua aspek tugas pada suatu pusat, yang berperan sebagai landasan untuk mem­bangun mekanisme hubungan-hubungan kerja terpadu. Visi akan memberikan kehidupan pertama-tama kepada pemimpin. Hingga ia dapat mengungkapkan rahasia Tuhan akan masa depan dirinya dan lalu menghidupkan organisaasinya atau orang-orang yang mengikuti dia. Pengungkapan masa depan itu akan memberikan gairah kepadanya untuk berpikir, merenungkan, bicara dan bertindak bagi kesejahteraan diri dan orang lain.

Telah terbukti pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan visioner mampu membawa perubahan yang signifikan, salah satunya adalah
Fidel Alejandro Castro Ruz atau lebih dikenal dengan Fidel Castro bisa menjadi sebuah referensi bagi calon pemimpin di Indonesia. Terlepas dari ideologinya, termasuk kebijakannya menyingkirkan lawan-lawan politiknya, banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran dari El Comandante-julukan Castro. Ketika banyak pemimpin negara di berbagai belahan bumi tunduk dan takluk kepada Amerika Serikat, Castro tegas melawannya. Begitu juga ketika banyak negara bergantung nasibnya, baik secara ekonomi, politik, maupun militer kepada AS, Kuba pimpinan Castro yang diembargo selama lebih dari tiga dasawarsa tetap bertahan dan terus berkembang. Setidaknya, Castro telah menjadi bagian sejarah dengan caranya sendiri yang unik, tegas, dan berani. Sikap itulah yang membuatnya mampu bertahan hampir separuh abad dari segala benturan politik yang dilancarkan AS.

Wajar jika ditanya soal kebijakannya terhadap Kuba, Presiden George W Bush hanya bisa menjawab bahwa dirinya adalah seorang presiden garis keras yang hanya menunggu kematian Castro. Sikap dan kebijakan Castro juga telah menginspirasi sejumlah pemimpin negara, terutama negara-negara Amerika Latin, seperti Hugo Chaves (Venezuela) dan Evo Morales (Bolivia), untuk tidak tunduk begitu saja terhadap imperialisme modern yang bernama kapitalisme. Castro juga mengukirkan sepak terjangnya selama memimpin Kuba dalam buku yang ditulisnya, Reflections by the Commander in Chief: The Killing Machine (2007). Bentuk perlawanan Castro ditunjukkan dengan asumsi yang menyebutkan bahwa kemakmuran tidak selalu berbanding lurus dengan kapitalisme dan pasar bebas. Justru sebuah ideologi usang mampu menyejahterakan sebuah bangsa. Kuba memang bukan negeri kaya. Hampir semua usaha yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dikuasai negara. Meski begitu, angka penganggurannya hanya 1,9 persen, dengan tingkat kematian yang sangat rendah. Apa yang ditulis Castro bisa menjadi sebuah referensi bagi dunia lain yang berbeda dengan dunia keseharian kita.

Selama ini pandangan terhadap ideologi kiri seperti yang ditunjukkan sejumlah pemimpin negara Amerika Latin selalu diidentikkan dengan stigma antidemokrasi. Marta Harnecker, seorang ideolog dan pemikir kiri Amerika Latin, pernah mengatakan bahwa untuk menghadapi tantangan-tantangan yang dihadirkan dunia dan dalam upaya mendorong perjuangan untuk transformasi sosial yang substansial, perlu menghindari nostalgia. Karena itu, harus berbasiskan pada kenyataan baru yang kita temui sehari-hari, kemudian secara kreatif membangun masa depan. Pada titik ini, ide-ide dan program "kiri", meski tetap dalam isi perjuangannya melawan sistem kapitalisme dengan segala proses eksploitasinya, mengalami perubahan dalam strategi perjuangan mereka berdasarkan konteks kekinian. Secara gampangnya, "kiri" Amerika Latin bisa diterjemahkan sebagai pemikiran, politik, dan kebijakan yang hirau pada pembangunan sosial, distribusi kekayaan secara egaliter, kemandirian, dan demokrasi.


-bayu nor jatmiko